Friday, April 16, 2010
kuro
suatu hari ada seorang nenek tua yang suka marah-marah with sister .one day grand mother kepleset ke got
Subscribe to:
Posts (Atom)
| ASHDOD,(GM)- Pasukan Israel akhirnya membajak Kapal Rachel Corrie yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Kapal tersebut membawa 19 orang relawan terdiri atas 6 warga Malaysia, 1 orang Kuba, 1 orang Inggris, 6 orang warga negara Filipina, dan 5 warga Irlandia. Meski Israel mengklaim tidak ada kekerasan dalam operasi yang mereka, aksi itu dikecam oleh solidaritas Palestina yang berbasis di Dublin, Irlandia. Mereka bahkan tetap menuduh Israel membajak dan menculik penumpang Kapal Rachel Corrie. "Untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari seminggu, pasukan Israel menyerang dan membajak sebuah kapal bantuan," kata seorang relawan yang merasa yakin bahwa ada penumpang yang terluka dalam aksi pasukan Israel, Minggu (6/6). Sebelumnya, aksi pasukan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara sekitar 65 km dari Pantai Gaza menyebabkan 9 orang relawan meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Aksi langsung mendapat reaksi dari dunia internasional, dengan mengutuk tindakan pasukan Israel tersebut. Dalam aksinya, pasukan Israel masuk ke Kapal Rachel Corrie setelah permintaannya agar kapal tersebut tidak ke Jalur Gaza diabaikan. Militer Israel mengatakan, pihaknya memasuki kapal itu dengan operasi damai. Israel memastikan tidak ada penggunaan kekerasan oleh kedua belah pihak. "Pasukan kami naik ke kapal dan mengambil alih tanpa pertemuan dan perlawanan dari kru atau penumpang. Semuanya berlangsung tanpa kekerasan," kata juru bicara militer pasukan Israel. Dia juga menambahkan, jika kebanyakan kru kapal itu berasal dari Irlandia dan Malaysia. Mereka akan berlayar ke sebuah pelabuhan selatan Asdhod. Kapal Rachel Corrie yang berhasil diambil alih oleh pasukan Israel itu, akhirnya merapat ke Israel. Selama berlayar, kapal ini terus dikawal oleh angkatan laut Israel. Hanya lima jam setelah pasukan Israel masuk ke dalam Rachel Corrie, kapal ini dipaksa untuk memasuki perairan Israel. Militer Israel beraksi setelah meminta Kapal Rachel Corrie tidak mendekat ke jalur Gaza diabaikan. Menurut militer Israel, kapal ini membawa 11 aktivis pro-Palestina dan 8 anak buah kapal. Beberapa informasi lainnya menyebut lima warga Irlandia dan enam Malaysia. "Semua orang ini akan ditanyai sebelum dibawa keluar secepatnya," kata juru bicara imigrasi Israel, Sabine Haddad. Selanjutnya, 19 penumpang dan kru Kapal Rachel Corrie dipaksa untuk menadatangani surat deportasi dan akan meninggalkan negeri zionis itu. Israel pun memastikan tidak ada WNI dalam kapal. Sebelumnya AFP melansir bahwa ada 4 WNI sebagai kru di kapal itu. Namun informasi ini telah disangkal oleh Kemlu RI. Ditembak 30 kali Hasil autopsi sembilan aktivis dari Turki yang tewas dalam insiden penembakan kapal kemanusiaan Mavi Marmara oleh Israek, telah dikeluarkan. Para aktivis ditembak sebanyak 30 kali, 5 di antaranya tewas karena tertembak tepat di kepala. Autopsi dilakukan oleh Dewan Kedokteran Forensik Turki pada Jumat (4/6) waktu setempat. Wakil Ketua Dewan Kedokteran Forensik Turki, Yalcin Buyuk, mengatakan hasil autopsi menunjukkan sebagian besar aktivis ditembak dari jarak dekat dengan peluru 9 milimeter. Juga diketahui seorang pria berusia 60 tahun, Ibrahim Bilgen, ditembak 4 kali di bagian pelipis, dada, pinggul, dan punggung. Sedangkan seorang pemuda Amerika Serikat berusia 19 tahun, Fulkan Dogan, ditembak 5 kali dari jarak kurang dari 45 centimeter. Fulkan ditembak di bagian wajah, belakang kepala, dua kali di kaki, dan sekali di punggung. Sementara dua pria lainnya ditembak 4 kali. Lalu 5 korban tewas lainnya ditembak di belakang kepala dan punggung. Yalcin mengatakan, ada 48 korban lainnya yang juga menderita luka tembak, sedangkan 6 aktivis masih dinyatakan hilang. Demo berlanjut Sementara itu, kecaman atas tindakan brutal pasukan Israel terus berlanjut. Di Kota Bandung, aksi damai selain dilakukan oleh mahasiswa, juga digelar sebuah perkumpulan motor besar Cosanostra MC. Mereka mengecam perbuatan keji tentara Israel. Kecaman mereka tuangkan dalam stiker bertuliskan "We Curse the Attack on Humanitarian Aid" (Kami mengutuk penyerang bantuan kemanusiaan, red) dengan bendera Israel yang ditusuk pedang. Sebanyak 200 stiker dibagikan kepada pengguna jalan di perempatan Jln. Ir.H. Djuanda - Jln. Sulanjana. Konselor Cosanostra MC, Erwin Budiono, mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan aksi kepedulian sekaligus mengecam aksi brutal tentara Israel kepada relawan yang hendak masuk ke Palestina. "Kami mengutuk keras aksi penyerangan tersebut. Untuk itu, kami pun hanya bisa menggalang aksi kepedulian dengan cara membagikan stiker tentang kepedulian terhadap Palestina," ujarnya. Pagi harinya, aksi serupa dilakukan puluhan mahasiswa gabungan Bandung untuk solidaritas Palestina. Mereka berasal dari beberapa elemen seperti Forum Lingkar Pena Bandung dan Jatinangor, KAMMI Bandung, Peduli Sosial Remaja, BEM Bandung Raya, serta Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus. Aksi dilakukan tepat di perempatan Cikapayang Dago, depan gedung Bank BCA Cabang Dago. Koordinator aksi, Hamdan mengatakan, aksi tersebut dimulai sejak pelaksanaan Car Free Day dari mulai pukul 08.00-10.00 WIB. (B.115/detik.com)** |